Reaction “AMBITIONS”

Udah tau kan kalau ONE OK ROCK meluncurkan album barunya bertajuk Ambitions? ya kalau belum tahu itu udah dikasi tau ya hahaha~ tanggal rilisnya sendiri untuk versi Jepang tanggal 11 Januari 2016, versi Internasionalnya tanggal 13 Januari 2016. ada beberapa track yang beneran beda, bukan beda dari lirik english – japanese aja, sisanya ya penyesuaian bahasa lah.

Buat saya pribadi sih album ini lebih familiar duluan karena beberapanya udah rilis duluan seperti Taking Off, Bedroom Warfare, Always Coming Back, buat yg rajin kepo OOR / kebetulan nonton mereka manggung di mana gitu waktu mereka bawain Hard To Love, terus mereka rilis lyric video I Was King untuk kedua bahasa, plusss beberapa jam sebelum resmi di rilis di sebuah acara TV pertama tayang tuh single judulnya We Are yang kemudian nggak lama dirilis videonya, versi Jepang duluan baru Internasionalnya, terus sama, terus cuma beda lirik, buat fakir kuota (macem saya) pasti agak nyesel buru2 abisin kuota buat yang serupa tapi beda.

oh iya karena new-generation-OOR alias OOR yang mulai rilis dua versi album (Inggris-Jepang) baru mulai dari 35XXXV, jadi mungkin curhat saya ini perbandingannya bakal cuma dengan album itu aja & biar kalau mau diskusi ga melebar ke mana2 huheuehe. (terlebih teman saya bilang “jangan harap OOR bisa balik kayak sebelum 35XXXV”.

Saya bukan mahasiswa jurusan komunikasi atau periklanan atau design sih, tapi menurutku OOR sekarang semakin menyederhanakan segala jenis designnya. Kaget pertama: waktu liat cover single Taking Off yang aku pikir sengaja mereka kasih filter instagram (maklum pertama liat di Instagram), well…. sederhana banget, bahkan teman saya bilang “kayak dikejar deadline mepet”, harus setuju sih hehe. gitu juga dengan cover single Always Coming Back, tapi agak artistik dikit lah buat mata saya dibanding yang Taking Off. Naaaahhh grafis dari lyric video ini menurut saya harus diacungi jempol, selain ngena sama lirik lagunya, keliatan niat bikinnya juga, bagus lah pokoknya.

Cover album Ambitions… baik dari versi Internasional atau Jepang nggak banget… gatau maksudnya apa, tapi menurutku kayak malesan lagi, tanda x warna pink dibawah ambiton kayak cuma buat ‘pemanis’ biar ga keliatan semakin sederhana. ya abis fontnya aja banyak ditemui di jenis2 font bawaan dari perangkat lunak. Yaudahlah, daripada nggak punya dasar jelas pokoknya cover 35XXXV ini menang, karena punya simbol yang artistik menurut saya.

Dalam rangka rilis album Ambitions ini, OOR juga ngajak fansnya buat upload foto tema kuning yang berarti “harapan” bertajuk World Ambitions. menurut saya ini unik buat cara nyambut album baru 😂 selain itu fans bisa nunjukin ambisi mereka buat datengin OOR ke tempat mereka tinggal, karena bisa keliatan negara mana aja yang kuningnya paling banyak. Ya bisa jadi sih kemungkinan OOR beserta crewnya sekalian survey negara mana aja yang fansnya layak buat dikunjungi dalam rangkaian world tour mereka.

akhirnya setelah nabung cukup lama tapi singkat, saya memutuskan untuk beli di itunes walaupun dapet banyak link download gratisan & ya pernah sih download gratisan juga karena ga sabar denger albumnya. butuh waktu agak lama untuk saya menyesuaikan kuping karena kadang terlarut lagu sampai lupa bagian mana aja yang beda & biar ngeuh sama lagunya tanpa dikit-dikit lihat judulnya apa. dan menurut pendapat saya….

Ambition Introductionlebih suka intro 35XXXV karena ngasi aura mistis gitu, kalo yang ini gataulah denger apa.

Bombs Away… suka lah udah gitu aja kali hahaha suara taka pake auto tune tapi lebih rapi dibanding suara taka berauto tune di album 35XXXV. bukti bahwa auto tune nggak selalu jahat, pesan: pakailah auto tune dengan bijak hahaha. tapi waktu denger versi Jam Sessionnya memang lebih ngena segala galanya.

Taking Off lebih suka versi bahasa inggrisnya karena alasan personal memorable banget 😦 entah kenapa versi jepangnya malah jadi kedenger lebih lambat juga temponya, tapi lebih macho, videonya suka dua-duanya, ganteng sih hahaha. versi Jam Sessionnya memang lebih bagus tapi jadinya lebih slow & enak dijadiin teman tidur. Pertama denger emang agak “ahhh kok gini” tapi harus denger beberapa kali buat suka & waktu rilis videonya baru deh heboh. Lagunya juga kayak masih nyari-nyari sound yang pas buat diterima pasar Amerika.

We AreLagu yang katanya anak dari Chaosmyth di mana liriknya berbicara dalam level rohani menurut komentar di Youtube video ini hahaha. Lagunya emang bangkitin semangat, videonya juga artistik menurut saya tapi agak ingetin Clock Strikes, tapi suka lah karena memang fokus ke OOR bukan ke model-model seperti 2 MV versi bahasa inggris sebelumnya.

Jaded ft. Alex GaskarthPertama denger Jaded emang udah All Time Low banget rasanya tapi sempet nggak ngeuh Alex nyanyi bagian mana, jadi lagu inituh kayak OOR jadi ATL tapi Alex jadi Taka, nahloh gimana coba? hahaha mungkin harus denger livenya dulu baru suka, karena buat saya kalau OOR udah manggung bisa ngerubah semua yang gasuka-gasuka jadi suka. Untuk versi Jepangnya, lagu Jaded diganti oleh 20/20, nggak ada yang harus dikomentarin khusus sih karena OOR  doing OOR things, ya yang jelas sih OORnya OOR kekinian ya, sudah kalian segera move on saja baiknya 😦

Hard To Love lagu paling simple dari semua lagu di album Ambitions, chord gitarnya paling mudah bagi kalian yang mau belajar… cari sendiri lewat mesin pencari ya.. Liriknya curhat banget Taka kayaknya sih. Di versi album Jepangnya, lagu ini diganti sama Always Coming Back yang udah rilis duluan sejak lama, saya pribadi sih suka tapi bukan tipe yang enak diulang berjuta kali dalam sehari karena bisa bikin ngantuk.

Bedroom Warfare. Pertama liat videonya duluan, terus ilfil duluan karena kebanyakan shot modelnya, udah gitu nggak terlalu bagus juga tarian modelnya, ekspresinya kayak maksa. not my cup of tea.

American Girls. Pertama denger lagu ini ketawa ga berhenti sampe lagunya udahan, ya abis apa banget gitulah dari liriknya, komposisi musiknya juga, eeeh dibuat video yang ternyata bikin ketawa juga 😦 tapi biasanya nih, lagu yang paling kita ga suka itu yang paling nempel… itu yang terjadi oleh saya, saking liriknya gampang diinget. buat versi Jepangnya sendiri, Lost in Tonight ganti dari American Girls, walaupun keduanya sama-sama nggak bikin saya tertarik tapi secara aransemen mungkin yang paling OOR (walau nggak juga kayaknya) ya lagu ini.

I Was Kingbutuh waktu lama buat saya klop dengan lagu ini karena awalnya ngasi kesan aneh, intronya udah keren nih kayaknya agak dark gitu, pas masuk verse 1 tiba-tiba down kayak lagu pop, baru pertengahan lagu setelah sesi-sesi pop ini baru asik.

Listen beda bahasa & ft. Avril Lavignebuat saya, lebih enak versi yang bahasa inggris, alias yang nggak duet Avril Lavigne. Saya suka sama Avril Lavigne, dari jaman sekolah dasar, tapi lagi-lagi menurut saya duet bareng Avril ini sedikit memaksakan karena akhirnya suara Avril agak kurang ngena ke lagunya, ditambah adlib ala Avril. Tapi kebayang dong senengnya Toru akhirnya bisa duet dengan gebetannya? hihih

One Way TicketPas tau Taka main ke studionya Linkin Park beberapa bulan lalu, emang udah curiga bakal ada apa-apa, Linkin Park & OOR sama-sama lagi garap album baru. dulu masih gatau siapa yang bakal ada di siapa walaupun ada sedikit feeling Linkin Park yang muncul di album OOR entah sebagai apa, karena nggak ada OOR di daftar tersangka yang bakal kolaborasi di album Linkin Park. Ambitions rilis dan terjawablah bahwa Mike Shinoda jadi co-producer untuk lagu ini. Pas pertama denger emang hawa-hawa buatan Mike Shinoda udah kerasa banget, belum lagunya beres langsung suka deh karena emang dari umur 7 tahun udah nge-tune banget dengan musik-musik yang dibuat Linkin Park. ya wajar yaaa kalo ga wajar tolong wajarin kalau saya subjektif di track ini, maklum udah mau 17 tahunan ini dengan Linkin Park. Ya udah gitu liriknya emang suka juga sih.

Bon Voyagelagu yang menurut kebanyakan fans paling mendingan dan paling deket dengan old generation OOR, agak lebih sedikit punk menurut saya, tapi nggak suka sama suara synth titutitutnya, agak ganggu. Entahlah lagu ini arahnya kemana, baiknya sih kita pinggirin dulu genre deh buat sekarang-sekarang.

Start Again. Buat kalian yang lagi galau tapi pengen terlihat agak kuat setelah putus atau ditolak cintanya, mending denger lagu ini. Bakal ngasi kalian semangat.

Take What You Want ft. 5SOS. Track yang paling diwaspadai oleh saya dan teman OOR saya, karena…. ya 5SOS nggak nge-rock dan bingung aja gimana. Tapi ternyata track ini memuaskan selera kuping saya 😂 walaupun lagi-lagi, OOR kalau kolaborasi bareng artis lain malah kayak menyesuaikan dengan artis yang mereka ajak kolaborasi padahal di lagu mereka yang mana menurut saya harusnya yang diajak kolaborasi yang menyesuaikan dengan yang ngajak, jadiii rasa-rasa 5SOS di sini emang 60-40 lah sama OORnya sendiri. Part Luke nyanyinya enak!!!

Ya gitulah kira-kira… sedikit curhat, saya udah nulis review ini dari pertama denger albumnya. lama banget ya nulis reviewnya dari albumnya rilis, karena emang banyak part yang udah lewat aja, sempet jadi satu-satunya album yang saya dengerin selama dua minggu, sekarang udah beragam lagi dengernya. Oh ya kisah orang-orang mengenai pendapatnya tentang OOR yang udah nggak Rock bikin saya mikir kalau mau bikin nama band atau grup baiknya nggak nyantumin genre, bahaya. Ratenya 3,1 dari 5 deh. Featured Image di blog ini adalah karya yang saya kirim untuk misi World Ambition hoho di webnya sih kuning, seriusan.

Advertisements

One thought on “Reaction “AMBITIONS”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s